
GEMPA TURKEY yang beruntun selama 30 jam setelah getar pertama dengan intensitas kerapatan gelombang getar, MEMICU PENUMPUKAN KEKUATAN PADA TITIK SESAR LEMBANG DI BANDUNG.
PENUMPUKAN BESARAN KEKUATAN GETAR mengkhawatirkan MEMICU gempa besar terjadi dari patahan Lembang, seperti gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006 yang pusat gempanya di darat yaitu di patahan Opak,"
karena pusat gempa Yogyakarta pada 2006 berada di darat, tepatnya di patahan Opak.
Menurut para ahli, pergerakan patahan Lembang per tahun enam milimeter atau lebih besar dibanding patahan Opak. "Prediksi para ahli pada 160 tahun lalu pun mengatakan patahan Lembang berpotensi mengguncang Kota Bandung dengan kekuatan gempa mencapai delapan skala Richter,"
Ia mengatakan akibat gempa Yogyakarta pada 2006 saja jumlah korban meninggal mencapai sekitar 6.000 orang. "Yang menjadi fokus kita saat ini, sejauh mana Pemerintah Kota Bandung dalam mengantisipasi dan mempersiapkan segalanya terhadap kemungkinan terjadi gempa dari patahan Lembang," kata Dadang.
Menurut dia, keberadaan Kota Bandung di atas tanah endapan bekas danau purba menjadi kekhawatiran bahwa potensi jumlah korban gempa bisa sangat banyak, meski pusat gempa berada jauh dengan kekuatan kecil. "Bandung itu dulunya bekas lumpur, sekali diguncang gempa, tanahnya pasti akan rapuh. Hal itu yang patut kita waspadai," katanya.






0 komentar:
Poskan Komentar