Previous Next
  • Kunjungan Wabup Cianjur Ke Lokasi Banjir Bandang Ciguntur

    Sekretaris Tagana Kab. Cianjur, Azis Abdul Majid mendampingi Wakil Bupati Kabupaten Cianjur saat kunjungan ke Lokasi Banjir Bandang di Kp. Ciguntur Desa Cipendawa Kec. Pacet-Cianjur.

  • Tagana Menanam

    Tagana Cianjur bersama FK PSM, TKSK, dan PMI saat melaksanakan Penanaman Pohon di Hutan Kota Cianjur dalam rangka Penghijauan

  • Donor darah Tagana

    Sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama, Taruna Siaga Bencana Kabupaten Cianjur menggelar Donor Darah bekerjasama dengan FK PSM Kab. Cianjur, TKSK Kab. Cianjur, dan UTD PMI Kab. Cianjur

  • Tagana Cianjur Tanggap Darurat

    Tagana Cianjur berfose setelah melakukan evakuasi pencarian korban longsor di Desa Girimukti Kec. Campaka Kabupaten Cianjur, KOMPAK

27 Januari 2013

Rekapitulasi Bencana Cianjur Januari 2013

Posted by Asep Moh Muhsin | Minggu, Januari 27, 2013 Categories: , ,
  1. PUNCAK TERJADI PERGERAKAN TANAH 148 KK MENGUNGSI (535 JIWA)
  2. KP. CIGUNTUR RT. 06/03 DESA CIPENDAWA PACET BANJIR BANDANG, 3 RUMAH HANYUT 
  3. KP. BALAKANG KIDUL RT. 02/02 CIPANAS LONGSOR 1 RUMAH RUSAK BERAT 
  4. KP. LEGOK LEBE RT. 02/07 DESA PAKUOAN SUKARESMI LONGSOR 
  5. KP. SINDANGLAYA RT. 01/03 DESA SINDANGLAYA CIPANAS, KEBAKARAN 1 UNIT RUMAH.  KP. KAWUNG LUWUK HILIR BANJIR RT. 01/01 DESA KAWUNG LUWUK CIPANAS, 1 JEMBATAN ROBOH. 
  6. KP. ALI PARAJA RT.01/06 BANJIR, DS. CIWALEN SUKARESMI 1 PABRIK TAHU RUSAK RINGAN 
  7. BABAKAN CISARUA RT. 02/13 SINDANGLAYA CIPANAS LONGSOR 1 ORANG TERTIMBUN 
  8. KEL. PAMOYANAN CIANJUR, BANJIR LUAPAN SUNGAI CIANJUR, 8 RUMAH RR, 1 RUMAH TERKIKIS 
  9. KEL. SAYANG BANJIR SUNGAI 2 RUMAH RUSAK RINGAN 
  10. KP. MUNJUL RT. 01/07 DESA SUKAMAJU CILAKU VANJIR LUAPAN, 6 RUMAH TERENDAM, 1 UNIT RUSAK RINGAN, 2 KENDARAAN RODA 4 TERBAWA ARUS, 1 UNIT RODA HANYUT. 
Detail Nama Korban dan Alamat ada Pada BPBD Kab. Cianjur. Tagana Cianjur telah menugaskan personilnya untuk melakukan Advokasi Sosial, dan Psikososial dan Penanganan Bencana di beberapa tempat/lokasi bencana.

20 Oktober 2012


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengadakan Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) ke lima di Yogyakarta. Kegiatan yang akan diselenggarakan pada 22 sampai 25 Oktober ini merupakan konferensi tingkatmenteri yang membahasisu isu pengurangan risiko bencana dan diselenggarakan secara bergantian di antara negara-negara Asia.

";;Konferensi yang telah diselenggarakan sejak 2005 ini memberikan kesempatan yang baik untuk menegaskan kembali komitmen negara-negara anggota terhadap pelaksanaan Kerangka Aksi Hyogo atau Hyogo Framework for Action (HFA),";; ujar Kepala BNPB, Syamsul Maarif pada Jumat (18/10).

Ia menjelaskan, HFA merupakan cetak biru secara global untuk pengurangan bencana risiko yang didesain dalam periode 2005 - 2015 dan diadopsi oleh 168 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada World Conference on Disaster Reduction di Kobe, Jepang pada 2005. Konferensi ini juga berfungsi sebagai forum untuk bertukar pengalaman tentang praktek sukses dan pendekatan inovatif dalam pelaksanaan HFA, khususnya lima prioritas aksi di tingkat nasional dan lokal.

Memiliki banyak pengalaman dalam penanggulangan bencana, Indonesia sepenuhnya mengakui pentingnya memperkuat upaya pengurangan risiko bencana (PRB) di tingkat lokal. Dalam enam tahun terakhir, Indonesia telah mencapai tonggak yang signifikan terhadap pelaksanaan PRB di tingkat nasiona dan saat ini pemerintah terus berkomitmen dan mendorong semua pemangku kepentingan yang relevan untuk berpartisipasi aktif dalam mempercepat pelaksanaan PRB di tingkat lokal.Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mengangkat 'Penguatan Kapasitas Loka luntuk Pengurangan Risiko Bencana' sebagai tema umum dari AMCDRR kelima tahun ini.

Penyelenggaraan AMCDRR tahuniniterdiriatasrangkaian program yang dilakukansecarapararel.Program tersebutterdiriataspre conference, plenary, market place, field and cultural visits, film festival, media training, danconsultation mechanism.

Program yang barudikenalkanpadapenyelenggaraan AMCDRR adalahAsian Film Festival (AFIFES) on DRR for Asian Pacific Region. Festival film inibertujuanuntukmembangunkesadaranakanpentingnyaketangguhandalammenghadapibencana di tingkatmasyarakat, di tengahtantanganbencana yang terusmeningkatdanrisikoakibatperubahaniklim. Film yang terpilihakanditayangkanselamakonferensi.

Pada program market place, panitia AMCDRR mengundang pemerintah negara-negara Asia, lembaga PBB, LSM internasional dan nasional, media, sektor swasta, masyarakat lokal serta pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dalam ajang pameran yang mengangkat tema 'Hidup Harmonis dengan Bencana Melalui Koordinasi di Tingkat Nasionaldan Sub-nasional'. Pameran ini merupakan ajang untuk mempromosikan praktik-praktik pengurangan risiko bencana dalam konteks kearifan lokal, inisiatif lokal, serta kemitraan bersama di tingkat lokal. Pameran digelar di dual okasi yang berbeda,  Jogja Expo Center (JEC), Jalan Raya Janti dan Hotel Royal Ambarukmo,  Jalan Laksda Adisucipto 81. Hanya pameran di Hotel Ambarukmo yang dapat dikunjungi oleh masyarakat dan terbuka mulai 22 – 25 Oktober 2012.

Rangkaian kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono. Penyelenggaraan AMCDRR akan diikuti oleh 1005 delegasi dari 73 negara, perwakilan lembaga-lembaga PBB, organisasi donor, organisasi non pemerintah, dan media. ";;Sejauh ini sudah 71 negara yang mengkonfirmasi kehadiran,";; katanya.

Sumber :Pusat Data Informasi dan Humas

02 Mei 2012




Gubernur Jawa Barat Ahmad heryawan memberikan apresiasi dan penghargaan serta ucapan terima kasih kepada Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di Jawa barat atas dedikasi dan bantuannya dalam setiap penanggulangan Bencana di daerahnya masing-masing, hal itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi antara Gubernur Jawa barat dengan ribuan anggota Tagana Se- Jawa barat di Gedung Pakuan Bandung (2/5).
Dalam arahannya Ahmad Heryawan mengucapkan jazakallahu khairan kepada tagana, Kami salut pada perjuangan tagana yang dimana saat mereka bekerja dan bertugas untuk menghidupi keluarganya, disaat ada panggilan darurat sudah Siap untuk meninggalkan pekerjaan dan selanjutnya siap melakukan upaya pemulihan penanggulangan bencana, dan inilah masyarakat terlatih, selain itu juga berharap Tagana tidak hanya terlibat dalam Pra dan Tanggap Darurat namun juga dapat dilibatkan dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Dalam kesempatan itu Gubernur jabar Ahmad heryawan menjanjikan akan memberikan kadeudeuh sebesar 1 Juta rupiah untuk setiap anggota Tagana Se- jawa barat dan perlengkapan operasional tagana di setiap kabupaten dan Kota, serta akan melantik seluruh Bupati dan Walikota Se Jawa barat menjadi Pembina Tagana yang akan dikukuhkan pada Saat Jambore Tagana Jawa barat dan Apel Siaga Tagana Jawa barat yang telah disetujui oleh gubernur jabar dan akan menjadi agenda Tahunan.
Sebagai rasa terima kasih dan penghargaan Insya Alloh saya akan memberikan kadeudeuh sebesar 1 Juta rupiah setiap anggota Tagana, dan kami akan agendakan untuk diselenggarakan Apel Kesiapsiagaan Tagana Tingkat Propinsi untuk menjadi agenda tahunan. Ungkap Ahmad heryawan yang direspon dengan tepuk tangan seluruh anggota Tagana dan Pembina yang berasal dari 26 Kabupaten/kota di jawa barat.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang balinsos Dinsos Propinsi Jawa Barat, Staf Ahli Guber nur Bidang SDM, Ketua Forum Tagana Jabar, dan Undangan SKPD Jabar lainnya.


Bagi Anda Facebooker bisa lihat foto-foto kegiatannya di FBnya kang Tom

04 April 2012

KabarCianjur.Com Bagi-Bagi Hadiah

Posted by Asep Moh Muhsin | Rabu, April 04, 2012 Categories:

27 Januari 2012

Kabar Cianjur, Media Online No 1 di Cianjur

Posted by Asep Moh Muhsin | Jumat, Januari 27, 2012 Categories: ,


Perkembangan Media saat ini memberikan semangat untuk memunculkan kreatifitas dan kemanfaatan bagi para pembaca, saat ini di Cianjur begitu banyak sekali media yang lahir mulai dari surat kabar, tabloid, Media Online dan Media lainnya, namun semua itu belum dapat mewakili dari setiap informasi yang ingin didapatkan oleh masyarakat Cianjur, untuk Inilah Kabar Cianjur sebagai Media Online terkini akan menyajikan dan mengabarkan kepada masyarakat, informasi-informasi yang datang dari seluruh penjuru Kabupaten Cianjur, bukan hanya itu kami juga akan menjadi media Online yang pertama di Cianjur yang mengekspos pariwisata Kabupaten Cianjur secara gambalang sehingga banyak wisatawan lokal maupun luar negeri melirik cianjur menjadi tujuan utama wisata.
Kunjungi Kami di Kabar Cianjur Media Online di alamat http://kabarcianjur.blogspot.com

13 Desember 2011

Indonesia akan dilanda Gempa Besar tanggal 20 Desember 2011

Posted by Asep Moh Muhsin | Selasa, Desember 13, 2011 Categories: , ,
Sebuah situs yang diasuh doktor asal Amerika Serikat RJ Roberts,www.nextearthquake.com, secara aktif meramalkan terjadinya gempa di seluruh dunia, tak terkecuali, Indonesia.

Situs tersebut meramal, lindu akan melanda sepanjang pantai Barat Sumatera sampai Bali dengan kekuatan sampai 7 skala Ritcher.

Sejumlah wilayah Indonesia yang diprediksi gempa adalah: Wilayah Utara Sumatera, sekitar 500 kilometer dari Medan. Diprediksi gempa dengan magnitud 4,5 sampai 6,5 SR, terjadi sekitar 20 Desember 2011 -- kurang lebih tiga hari sebelum atau sesudah.

Di waktu yang sama, juga diramalkan terjadi lindu di wilayah selatan Sumatera, sekitar 350 kilometer Bengkulu Utara, dengan kekuatan 5,0 sampai 7 SR.

Ramalan yang ketiga, dalam waktu hampir sama, diprediksi terjadi gempa di Selat Sunda, wilayah selatan Sumatera sampai wilayah Jawa dengan magnitud 4,3 sampai 6,3 SR. Lihat tautandi sini.

Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief, melalui asistennya, Basroni, meminta masyarakat tak panik. "Apa yang dirilis oleh DR RJ Robert Ph.D bukan hal baru, walaupun informasinya menjadi penting karena ada perkiraan waktu terjadinya," kata Basroni, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Selasa 13 Desember 2011.

Basroni mengatakan, walau sampai saat ini, belum ada teknologi yang dapat memprediksi waktu akan terjadinya gempa secara tepat, tapi kita tetap harus selalu waspada terhadap potensi bencana alam termasuk gempa. "Karena itu adalah semangat dari mitigasi menghadapi bencana alam terkait wilayah Indonesia yang memang merupakan zona rawan bencana."

Seperti diketahui, selain Mentawai, Selat Sunda, Selatan Jawa sampai Bali adalah daerah-daerah yang berpotensi megathrust. "Peningkatan kewaspadaan adalah faktor penting. Pemda dan BPBD seperti yang Sumatera Barat selalu meningkatkan kewaspadaan, patut diapresiasi," kata Basroni. " Gempa dan tsunami bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi dengan teknologi termasuk dengan budaya mitigasi."

Sementara, dihubungi VIVAnews, pakar gempa LIPI, Danny Hilman mengatakan, hingga saat ini belum ada teknologi yang sahih bisa meramalkan gempa. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir terhadap isu-isu terjadinya gempa. Meski, harus terus waspada.

"Bisa saja mereka mengklaim bisa meramal gempa dengan berbagai cara. Tapi, buktinya, belum ada teknik atau metode meramal gempa yang diakui secara ilmiah," tegas dia.

29 November 2011

Kisah Dramatis Korban Runtuh Jembatan KK

Posted by Asep Moh Muhsin | Selasa, November 29, 2011 Categories: , ,

Bisa selamat dari peristiwa tragis runtuhnya Jembatan Kartanegara seperti mukjizat bagi Aji Titin (32). Wanita itu tak bisa berenang. Dia bahkan pasrah ketika tubuhnya timbul tenggelam di tengah Sungai Mahakam. Namun, sebuah tangan yang seperti dewa penolong baginya membuat harapan hidup menggelora. Titin lolos dari maut meski tulang punggungnya patah dan menderita kesakitan hebat. Senin 28 November 2011, Titin masih beristirahat di ruangan Asoka 2, RS. Parikesit, Tenggarong. Dia ditemani suaminya, Rendra Fadli, dan anak sulungnya. Tubuhnya lebih segar ketimbang hari pertama ditemukan. Walaupun begitu, Titin masih belum bisa duduk dengan nyaman. Tulang punggungnya yang patah membuat dia merasa kesulitan untuk menggerakkan badan. Sore yang seharusnya cerah itu, Aji baru saja pulang dari kantornya. Sehari-harinya, wanita itu merupakan Asisten Dosen di Samarinda. Titin bertolak dari Ibukota Provinsi Kaltim itu sekitar pukul 15.30 Wita. Begitu pekerjaannya kelar, dia langsung berangkat. Dari tempatnya bekerja di Samarinda Jl. Jenderal Sudirman, wanita itu memerlukan waktu 1 jam untuk sampai ke jembatan. Di jembatan, waktu itu dia lihat jalanan macet, kendaraan merayap memasuki jembatan layang. Motornya baru saja melewati antrean. Di depannya, terbentang jembatan. Tak seperti biasanya, sore itu kendaraan mesti meluncur dengan pelan. Namun, petaka terjadi ketika dia masih berada di ujung jalan masuk jembatan tersebut. Tanpa tanda apapun badan jembatan di bawahnya runtuh. Titin tak kuasa bereaksi. Tubuhnya meluncur deras ke bawah, mengikuti patahan badan jembatan. Badan kecilnya menghantam aspal dan membentur besi penyangga badan jembatan. Rasa sakit luar biasa dirasakannya di sekujur tubuh. “Saya tenggelam bersama dengan material jembatan. Saya beruntung, karena berada paling belakang, dan tak terperosok duluan ke bawah,” katanya. Di dalam air, Titin bertarung melawan maut. Dia tersedot arus air yang deras, ditambah lagi dengan tekanan air yang luar biasa akibat benda ribuan ton jatuh ke dalam air. Tubuh Titin timbul tenggelam di dalam air. Dia kesulitan untuk bernafas. Helm yang dikenakannya semakin membuat kondisinya terjepit. Titin berusaha untuk melepaskan pengait helm. “Helmnya susah dibuka, pengaitnya macet,” ujarnya. Berhasil membuka helm, Titin lantas berusaha untuk mencari pegangan. Dia terus menggerakkan kaki dan tangannya. Namun, kondisinya yang lemah membuat dia timbul dan tenggelam. Beberapa saat berada di dalam air, akhirnya Titin mulai bisa menguasai diri. Dia tersadar ketika tubuhnya hanyut cukup jauh dari jembatan. “Saya menoleh ke jembatan. Tapi, hanya ada besi kuning dan tali penahan tiang,” katanya. Yang dimaksud besi kuning oleh Titin adalah tiang yang menjadi penyangga utama dari jembatan dan tali seling besar yang sebelumnya menjadi penyangga badan jembatan. Ketika itu dia sudah pasrah dan hanya bisa menggerakkan kaki dan tangan. Titin tak bisa berenang. Namun, instingnya menyebutkan bahwa dia harus menggerakkan kaki dan tangan untuk tetap terapung di permukaan sungai. Wanita beranak dua itu tak tahu berapa lama dia berada di sungai. Semua badannya terasa sakit. Tangannya mulai berat untuk digerakkan. Kakinya juga sulit untuk terus digerakkan. Titin tenggelam lagi. Dalam hatinya, wanita itu terus mengucapkan kalimat menyebut nama Allah. Dia beristighfar dan berusaha untuk menenangkan diri. Meski begitu, lama-kelamaan Titin mulai merasa sangat kelelahan. Dia terpikir bahwa saat itu adalah waktunya untuk “dipanggil”. “Di sekeliling saya waktu itu ada kelihatan sebuah kapal tug boat yang tenggelam. Saya juga sempat lihat ada laki-laki memakai baju hitam timbul-tenggelam di air sambil berteriak meminta tolong. Saya diam aja, karena saya pikir ndak mungkin ada yang nolong. Kan kejadiannya baru saja,” tuturnya. Dalam hatinya, Titin berusaha membangkitkan motivasi. Dia berucap pelan bahwa saat ini belum waktunya “pergi”. “Hati saya bilang, awak masih hidup. Awak masih hidup,” imbuhnya. Selanjutnya, pertolongan pun tiba. Ketika tangannya tak kuasa lagi menahan berat tubuhnya untuk tetap terapung di air, tiba-tiba sebuah tangan muncul dari atas dan menangkap lengannya. Titin merasa tubuhnya seperti ditahan. Dia berusaha menengadah dan melihat ke atas. Seorang pria datang dengan gubang atau perahu kecil. Pria itu menarik tubuh Titin. Kepada Titin, pria tersebut bilang supaya Titin berpegangan ke pinggir perahu dan naik ke atasnya. Titin seperti mendapatkan tenaga. Dengan sisa-sisa tenaga terakhir yang dimilikinya, dia berusaha untuk naik ke atas perahu. “Saya betul-betul sudah habis. Ndak bisa bergerak lagi. Orang itu bilang, istighfar. Kamu sudah selamat. Saya lantas ber-istighfar sebanyak mungkin dari dalam hati,” ujarnya. Titin lalu mendengar bahwa pria yang menggunakan gubang itu berteriak. Dia memanggil temannya. Temannya itu membawa perahu bermesin. Lalu, Titin merasa tubuhnya ditarik ke atas dan direbahkan di perahu. “Waktu itu baru terasa betapa sakitnya punggung belakang saya. Sakitnya bukan main. Saya mengaduh. Sesampainya di dermaga, saya lalu diangkat. Waktu diangkat, saya bilang punggung saya sakit. Lalu, ada sekitar 8 orang yang mengangkat saya sampai betul-betul tidak ada celah untuk punggung saya. Dengan cara begitu, baru saya merasa sedikit nyaman,” kata Titin. Titin menderita patah tulang punggung nomor 1. Dia sempat hendak dioperasi. Namun, dokter kemudian menyarankan agar operasi tidak dilakukan, sebab resiko yang kemungkinan cukup besar. Oleh dokter, dia hanya disarankan untuk beristirahat dan meminum obat. Titin merasa bahwa dia masih diberikan kesempatan. Banyak sekali pertolongan yang dia dapatkan. Yang paling utama adalah, dia tak tenggelam meski tak bisa berenang. “Saya berharap bertemu dengan penyelamat saya. Dia benar-benar perpanjangan tangan untuk menolong saya,” ucap Titin.

Sumber : vivanews.com

23 November 2011

Jambore Nasional Tagana 2011 di Undur

Posted by Asep Moh Muhsin | Rabu, November 23, 2011 Categories: , ,
Kepada Anggota Tagana Seluruh Indonesia kami informasikan bahwa Kegiatan Jambore Nasional (JAMNAS) TAGANA Tahun 2011 diundur menjadi tanggal 6 s.d 8 Desember 2011 bertempat di Kiarapayung Jatinangor Sumedang Jawa Barat.
Sumber Informasi : Group FB PUSDALOPS TAGANA INDONESIA
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube